• MAN KOTA BATU

  • Madrasah Literat, Hebat, & Bermartabat

MAN KOTA BATU Gelar Aksi Peduli Lingkungan

Taman Baca MAN Kota Batu kali ini tidak hanya menggaungkan semangat literasi, namun juga menyemarakkan aksi peduli lingkungan yang dilakukan oleh Tim Adiwiyata MAN Kota Batu. Acara yang dilaksanakan di alun-alun Kota Batu pada tanggal 9 Februari 2020 ini memang sengaja dimanfaatkan untuk mengkampanyekan kepada masyarakat sekitar agar menerapkan pola hidup peduli lingkungan.

Dalam kampanye ini, ada beberapa kegiatan yang dilaksanakan diantaranya adalah aksi pungut sampah oleh kader lingkungan MAN Kota Batu. Sebelum masing-masing dari mereka menampilkan penampilan musik tradisonal islami, para siswa dengan berbagai seragam kelas beramai-ramai memunguti sampah yang tercecer di sekitar alun-alun Batu dengan menggunakan kantong sampah yang digunakan berulang.

Di beberapa titik, kader lingkungan berkeliling dengan membawa poster bertemakan peduli lingkungan. Bahkan tak jarang beberapa siswa atau pengunjung yang lain menggunakan poster-poster tersebut untuk berfoto mengabadikan moment. Selain itu, mereka juga aktif membagikan stiker-stiker kecil sebagai souvenir kepada para pengunjung alun-alun Kota Batu. Hal ini diharapkan dapat menebar semangat peduli lingkungan tidak hanya pada saat itu, melainkan akan terus berkelanjutan jika para pengunjung menempelkan stiker itu di rumahnya dan membacanya setiap hari.

Beberapa karya daur ulang milik siswa MAN Kota Batu pun turut hadir dalam acara Taman Baca bulan ini. Kertas bekas yang merupakan banyak dihasilkan dari kegiatan pembelajaran diolah menjadi kerajian-kerajinan cantik yang memiliki nilai jual. Terdapat pula miniatur alat musik drum dari limbah kaleng bekas. Pun limbah karton diolah menjadi alat mencetak batik beraneka motif.

Acara aksi peduli lingkungan juga semakin menarik dengan orasi dari M. Rakha` Almahaera siswa kelas X IPS 1 yang terpilih menjadi Putra Air Kota Batu pada tahun 2019 oleh PERUMDAM Among Tirto. Dalam orasinya itu, Rakha mengajak kepada masyarakat untuk ramai-ramai menabung air dengan menggunakan biopori karena dari aksi yang sesederhana itu akan berdampak luar biasa dalam kelangsungan sumber mata air di masa depan. “Di Kota Batu ini(debit air-Red) dari tiap tahun ke tahun semakin berkurang.  Dari yang 2017 berawal dari 235 L/detik, kemudian 2018 menjadi 227 L/detik, dan pada tahun 2019 kemarin tersisa 211 L/detik. Oleh karena itu menurut saya, menabung air ini sangat penting karena biar di masa depan nanti kitab tidak kekurangan air atau kehabisan air,” paparnya ketika diwawancarai oleh wartawan aTv.

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
750 BATANG POHON DAN UJIAN BERBASIS KOMPUTER

Sebuah organisasi lingkungan Forest Ethics mencatat bahwa 40% dari penggunaan kayu digunakan sebagai bahan kertas. Perlu diketahui bahwa 1 rim kertas setara dengan 1 batang pohon berusi

28/02/2020 16:35 WIB - PUSKOM MAKOBA
Madrasah Adiwiyata

Adiwiyata (Green School) merupakan salah satu program kementrian negara lingkungan hidup yang memiliki tujuan untuk mendorong terciptanya pengetahuan serta juga kesadaran warga sekolah

10/02/2020 10:12 WIB - PUSKOM MAKOBA