Dari Bungkus Kopi Menjadi Karya Bernilai, DWP MAN Kota Batu Antusias Ikuti Pembinaan Daur Ulang Kreatif

Kota Batu (11/6/26). Siapa sangka bungkus kopi sachet yang
biasanya berakhir di tempat sampah dapat disulap menjadi kerajinan yang cantik
dan bernilai guna? Inilah salah satu pengalaman menarik yang diperoleh anggota
Dharma Wanita Persatuan (DWP) MAN Kota Batu saat mengikuti kegiatan Pembinaan
DWP bertema “Bank Sampah dan Daur Ulang Kreatif”.
Meskipun dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting,
semangat para peserta tetap terasa hangat karena anggota DWP MAN Kota Batu
mengikuti kegiatan ini secara bersama-sama di Mini Hall MAN Kota Batu.
Kebersamaan tersebut menciptakan suasana yang lebih hidup, interaktif, dan
penuh antusiasme selama kegiatan berlangsung.
Mengusung tema “Mengubah Sampah Menjadi Berkah, Merawat Bumi
dengan Aksi Nyata”, kegiatan ini menghadirkan Ketua DWP Kantor Wilayah
Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Kholilati Bahtiar, sebagai keynote
speaker. Dalam arahannya, beliau mengajak seluruh anggota DWP untuk menjadi
pelopor kepedulian lingkungan melalui pengelolaan sampah yang dimulai dari
lingkungan keluarga.
Materi pembinaan disampaikan oleh Nurul Rakhmawati yang
menjelaskan pentingnya budaya memilah sampah, pengembangan bank sampah sebagai
sarana pemberdayaan masyarakat, serta berbagai peluang mengubah barang bekas
menjadi produk yang memiliki nilai manfaat dan nilai ekonomi.
Yang membuat kegiatan ini semakin menarik adalah adanya sesi
praktik langsung. Para peserta diajak menganyam bungkus kopi sachet bekas
menjadi kerajinan kreatif. Dengan penuh kesabaran dan ketelatenan,
bungkus-bungkus kopi yang semula dianggap limbah disusun dan dianyam hingga
membentuk produk yang unik dan menarik.
Suasana Mini Hall MAN Kota Batu pun dipenuhi semangat
belajar dan rasa ingin tahu. Para peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan
baru tentang pengelolaan sampah, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung
dalam memanfaatkan barang bekas menjadi karya yang bernilai.
Melalui kegiatan ini, DWP MAN Kota Batu semakin termotivasi
untuk menerapkan gaya hidup ramah lingkungan serta mengembangkan kreativitas
dalam memanfaatkan limbah rumah tangga. Harapannya, ilmu yang diperoleh dapat
diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi inspirasi bagi keluarga
maupun masyarakat sekitar untuk lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan.
Kegiatan ini membuktikan bahwa menjaga bumi tidak selalu
harus dimulai dengan langkah besar. Dari selembar bungkus kopi bekas pun, lahir
kreativitas, kepedulian, dan semangat untuk menciptakan lingkungan yang lebih
baik.