Family Gathering MAN Kota Batu: Bermain Angklung Bersama Saung Mang Udjo.

Bandung, 21/6/26 Keluarga besar MAN Kota Batu melaksanakan kegiatan Family Gathering yang berlangsung pada 19–22 Juni dengan destinasi Bandung dan Yogyakarta. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang mempererat silaturahmi antar guru, tenaga kependidikan, dan keluarga besar madrasah, tetapi juga menjadi sarana edukasi budaya yang kaya akan nilai-nilai kearifan lokal.
Salah satu agenda yang berkesan dalam perjalanan ini adalah kunjungan ke Saung Angklung Udjo, pusat pelestarian seni dan budaya Sunda yang telah dikenal hingga mancanegara. Di lokasi tersebut, rombongan MAN Kota Batu disuguhkan berbagai pertunjukan budaya yang menghibur sekaligus edukatif, mulai dari wayang golek, helaran atau arak-arakan tradisional, tari daerah, hingga permainan angklung interaktif bersama seluruh penonton.
Para peserta tampak antusias menyaksikan pertunjukan wayang golek, seni pertunjukan boneka kayu khas Jawa Barat yang sarat pesan moral dan nilai kehidupan. Melalui penampilan yang komunikatif dan menghibur, peserta diajak mengenal lebih dekat salah satu warisan budaya Sunda yang terus dilestarikan hingga saat ini.
Tidak kalah menarik, rombongan juga menyaksikan tradisi helaran atau arak-arakan budaya yang menggambarkan prosesi syukuran masyarakat Sunda, termasuk tradisi yang biasa mengiringi acara khitanan atau arak sunat. Iringan musik tradisional yang meriah menciptakan suasana penuh kegembiraan dan kebersamaan.
Puncak keseruan terjadi saat seluruh peserta diajak bermain angklung bersama. Dengan bimbingan para instruktur, peserta memegang angklung sesuai nada masing-masing dan memainkan lagu secara harmonis. Aktivitas ini mengajarkan pentingnya kerja sama, disiplin, dan kekompakan karena setiap nada memiliki peran yang sama pentingnya dalam menghasilkan alunan musik yang indah.
Suasana semakin semarak ketika pertunjukan Angklung Masal Nusantara menampilkan ragam budaya Indonesia dari Aceh hingga Papua. Berbagai tarian daerah dan busana tradisional dipadukan dengan iringan musik angklung yang harmonis, menggambarkan keberagaman Indonesia dalam bingkai persatuan. Seluruh peserta kemudian diajak menari dan bergembira bersama, menciptakan momen penuh kehangatan yang menjadi kenangan tak terlupakan.
Kegiatan Family Gathering MAN Kota Batu ini menjadi bukti bahwa wisata tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga dapat menjadi media pembelajaran budaya yang efektif. Melalui pengalaman langsung mengenal seni tradisional, peserta memperoleh wawasan baru tentang pentingnya menjaga dan melestarikan warisan budaya bangsa.
Dengan semangat km kebersamaan yang terjalin selama perjalanan Bandung–Yogyakarta, Family Gathering MAN Kota Batu tahun ini diharapkan semakin memperkuat rasa kekeluargaan serta menumbuhkan kecintaan terhadap budaya Indonesia yang kaya dan beragam.