Halal Bihalal Keluarga Besar MAN Kota Batu: Perkuat Silaturahmi, Wujudkan Generasi Unggul untuk Kota Batu
Batu, Suasana
hangat penuh kebersamaan terasa dalam kegiatan Halal Bihalal Keluarga Besar MAN
Kota Batu yang dihadiri oleh seluruh guru dan tenaga kependidikan. Acara ini
juga dihadiri oleh unsur pemerintah dan masyarakat, di antaranya Camat, Lurah,
jajaran Komite Madrasah, serta Asisten II Wali Kota Batu. Kegiatan yang digelar
pasca Hari Raya Idul Fitri ini menjadi momentum mempererat silaturahmi
sekaligus refleksi spiritual bagi seluruh civitas akademika MAN Kota Batu.
Kepala MAN Kota Batu, Farhadi, dalam sambutannya menyampaikan refleksi menarik tentang berbagai tipe silaturahmi (meminta maaf) di momen Idul Fitri, khususnya di kalangan guru. Ia mengelompokkan menjadi lima tipe, yakni mengucapkan via WhatsApp sekaligus berkunjung ke rumah, datang langsung ke rumah tanpa pesan, mengirim pesan dan bertemu di sekolah, hanya melalui pesan WhatsApp, tidak mengirim pesan dan tidak bersilaturahmi secara langsung. “Momentum Idul Fitri ini sejatinya menjadi ajang memperkuat ukhuwah dan memperbaiki hubungan, bukan sekadar formalitas,” ujarnya.
Sementara itu, Asisten II Wali
Kota Batu, Bapak Qori, dalam sambutannya berharap kepada siswa MAN Kota
Batu untuk turut berperan dalam pembangunan daerah. Ia menegaskan pentingnya
generasi muda untuk melanjutkan pendidikan dan kembali membangun Kota Batu. “Pemerintah
Kota Batu memiliki program 1000 sarjana, namun saat ini masih sekitar 200-an
yang terealisasi. Harapannya, siswa MAN Kota Batu dapat menjadi bagian dari
generasi unggul yang melanjutkan cita-cita tersebut,” ungkapnya. Qori juga
menyampaikan apresiasi kepada para guru yang telah mengantarkan peserta didik
meraih prestasi, khususnya dalam jalur undangan perguruan tinggi yang menjadi
salah satu capaian membanggakan.
Dalam sesi Mauidhotul Hasanah,
Ketua Komite MAN Kota Batu, Muhid, menyampaikan pesan reflektif tentang
pentingnya mensyukuri nikmat (tahaduts bin ni’mah) serta menjaga kelapangan
hati dalam kehidupan. Muhhid mengingatkan bahwa tantangan guru madrasah tidak
hanya pada aspek akademik, tetapi juga spiritual, termasuk kemampuan membaca
Al-Qur’an. Selain itu, ia menyinggung pentingnya sikap saling memaafkan. “Jika
tidak bisa memaafkan, hati akan terus merasa sempit. Padahal hidup ini
membutuhkan kelapangan hati,” tuturnya.
Muhid juga mengutip perbedaan cara meminta maaf antara Imam Syafi'i yang merinci kesalahan, dan Imam Hanafi yang lebih sederhana dalam meminta maaf. Menurutnya, masyarakat Indonesia cenderung menggunakan cara yang sederhana namun tetap bermakna. Dalam tausiyahnya, ia juga menyampaikan tiga hal yang sulit dalam hidup, yaitu ketika dibenci namun diminta berbuat baik, tidak pernah diberi namun diminta memberi, bersalah namun diminta memaafkan.
Lebih lanjut, Muhid mengisahkan
hikmah dari sebuah riwayat tentang seorang hamba yang beribadah selama 500
tahun, namun tetap tidak mampu menandingi nikmat Allah SWT, bahkan hanya dengan
satu nikmat penglihatan. Kisah ini menegaskan bahwa segala kebaikan dan
keberhasilan manusia semata-mata karena rahmat Allah SWT.
Kegiatan Halal Bihalal ini
ditutup dengan doa bersama, memohon keberkahan, ampunan, serta kekuatan untuk
terus meningkatkan kualitas diri, baik sebagai pendidik maupun sebagai generasi
penerus bangsa. Melalui kegiatan ini, MAN Kota Batu tidak hanya memperkuat tali
silaturahmi, tetapi juga meneguhkan komitmen dalam mencetak generasi berakhlak
mulia, berprestasi, dan siap berkontribusi bagi kemajuan daerah serta bangsa.