KEMBALI BERJAYA, MAN KOTA BATU SABET GOLD MEDAL DAN SILVER MEDAL DI AJANG KOSSMI 2026
Kota Batu - Prestasi
membanggakan kembali ditorehkan oleh MAN Kota Batu di kancah nasional. Siswa MAN
Kota Batu sukses menyabet dua penghargaan bergengsi, yakni Medali Emas dan Medali Perak dalam ajang Kompetisi Sains Siswa Muslim Indonesia
(KOSSMI) 2026 yang digelar di Universitas Telkom, Bandung, Sabtu (9/5/26). KOSSMI
bukan sekadar ajang adu kecerdasan di
atas kertas, melainkan sebuah panggung besar yang mempertemukan nalar sains
dengan nilai-nilai spiritual. Ajang ini telah berkembang menjadi salah satu
kompetisi bergengsi di tingkat nasional yang diikuti oleh ribuan siswa dari
jenjang SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/MA di seluruh Indonesia.
Seiring
berkembangnya zaman, KOSSMI terus bertransformasi. Tidak hanya berkutat pada
sains murni, ajang ini mulai merangkul bidang teknologi mutakhir seperti Robotik dan Artificial Intelligence (AI). Hal ini dilakukan agar siswa muslim
Indonesia tidak hanya menjadi penonton dalam revolusi industri, tetapi juga
menjadi pemain kunci yang mampu memberikan solusi berbasis teknologi bagi umat.
Medali emas
berhasil diraih oleh Hilmi Muhammad Khansa Muazzam (X-B) dari cabang Fisika.
Sementara medali silver atau perak berhasil diboyong oleh Ahmas Syahid Firdaus (XI-B)
dan Reza Malik Sidin (XI-B) dari cabang Robotik. Keberhasilan itu semakin mengukuhkan
posisi MAN Kota Batu sebagai salah satu lembaga pendidikan unggulan yang mampu
mencetak siswa berprestasi di bidang sains dan teknologi.
Persaingan Ketat di Kota
Kembang
Ajang KOSSMI tahun ini diikuti oleh ribuan peserta
dari berbagai madrasah dan sekolah umum terbaik di seluruh penjuru Indonesia.
Setelah melewati seleksi ketat padababak penyisihan dan semifinal, kontingen
MAN Kota Batu berhasil melaju ke babak final yang diselenggarakan di kampus
teknik ternama, Universitas Telkom.
“Kami bersaing dengan
ratusan peserta dari sekolah lain untuk bisa sampai pada perolehan medali emas
dan perak kali ini. Tentunya hal tersebut tidak mudah karena kami harus
menyingkirkan lawan-lawan yang juga tangguh. Apalagi di babak final, saya harus
berjuang dengan sungguh-sungguh untuk mengerjakan soal-soal esai di bidang Fisika
sebelum berhasil mempersembahkan gold
medal ini untuk MAN Kota Batu,” papar Hilmi.
Di bidang
Robotika, Ahmas dan Reza juga harus bersaing dengan berbagai sekolah dari berbagai
daerah lain sebelum berhasil memboyong silver
medal. Kegigihan mereka saat berlatih dalam beberapa bulan terakhir
akhirnya tidak bertepuk sebelah tangan.
“Dalam
ajang Kossmi kali ini, kami membuat HydroRescue atau Robot penyelamat yang
dapat dimanfaatkan bagi orang yang hampir tenggelam. Robot ini berperan seperti
sebuah pelampung dengan baling-baling penggerak yang digerakkan oleh sistem remote control untuk menarik seseorang
atau orang yang hampir tenggelam. Kami berusaha sebagus mungkin dalam mendesain
dan mengcoding program robot ini. Dan ternyata, tanpa disangka-sangka, kami
berhasil membawamedali perak dari robot penyelamat ini,” ungkap Ahmas.
Hasil Dedikasi
Kepala MAN Kota Batu, Drs. Farhadi, M.Si.,
menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para siswa dan guru
pembimbing. "Kemenangan ini adalah buah dari dedikasi tanpa henti. Selama
berbulan-bulan, anak-anak kami menempuh bimbingan intensif dan simulasi soal
yang sangat menantang, dan pelatihan robotik oleh para pembina. Hasil ini
membuktikan bahwa siswa madrasah mampu bersaing secara kompetitif di level
nasional. Saya amat bangga dengan pencapaian prestasi kali ini," ujarnya
saat seremoni penganugerahan di lapangan madrasah.
Senada dengan hal tersebut, salah satu siswa peraih
medali silver mengungkapkan rasa syukurnya. "Rasanya haru dan kami tidak
menyangka akan mendapatkan sambutan sekeren ini dari teman-teman semua.
Persaingan di Bandung memang sangat kompetitif, tapi dukungan dari sekolah dan
doa orang tua menjadi kekuatan utama kami di sana," ungkap Reza.
“Kemenangan di Universitas Telkom Bandung ini diharapkan menjadi motivasi bagi siswa lainnya di MAN Kota Batu untuk terus berani bermimpi dan berkompetisi di tingkat nasional,” papar Eko, pembina olimpiade bidang robotik. Prestasi tersebut membuktikan bahwa dengan ketekunan, kesabaran,dan kedisiplinan prestasi apapun dapat digapai di panggung nasional.

“Kali ini, mereka bukan lagi sekadar peserta. Mereka adalah pemenang. Satu medali emas dan satu medali perak berhasil mereka dekap. Kemenangan ini untuk semua orang yang percaya bahwa siswa madrasah bisa berdiri sejajar dengan sekolah-sekolah terbaik lainnya." Pungkasnya.
