Pembinaan ASN Kemenag Kota Batu, Gugun Gumilar Dorong Penguatan SDM dan Kepemimpinan Global
Kota Batu — Kementerian Agama
Kota Batu menggelar kegiatan Pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang
menghadirkan Gugun Gumilar Staf Khusus Menteri Agama RI Bidang Kerukunan Umat
Beragama, Pelayanan Agama dan Pengawasan serta Kerja Sama Luar Negeri. Kegiatan
ini menjadi momentum penguatan semangat, motivasi, dan peningkatan kualitas
sumber daya manusia ASN Kemenag.
Kegiatan diawali dengan laporan
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Batu, yang menyampaikan sejumlah capaian
dan prestasi. Salah satu capaian yang disoroti adalah perolehan infak tunai
yang hampir mencapai Rp100 juta. Kepala Kemenag Kota Batu berharap kehadiran
Staf Khusus Menteri Agama dapat memberikan semangat baru serta membawa
keberkahan bagi Kemenag dan masyarakat Kota Batu.
Akhmad Sruji Bahtiar Kepala
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur dalam sambutannya menyambung
laporan Zainal Arifin. Akhmad Sruji menyampaikan bahwa wakaf tunai di Jawa
Timur telah mencapai sekitar Rp10 miliar dan Kanwil Kemenag Jatim menjadi satu-satunya
yang telah melaunching wakaf tunai. Akhmad Sruji optimistis target Rp50 miliar
dapat tercapai serta mengimbau seluruh ASN Kemenag untuk terus menumbuhkan
semangat berinfak.

Memasuki sesi pembinaan utama, Gugun
Gumilar menyampaikan apresiasi atas kinerja dan prestasi Kemenag Jawa Timur
serta Kemenag Kota Batu. Menurutnya, kerja tim yang solid merupakan kunci utama
kesuksesan organisasi. Sebelum penyampaian materi, Gugun mengajak seluruh
peserta membangun semangat melalui yel-yel “Salam Indonesia, Indonesia Pasti
Bisa”. Gugun menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pembinaan formal,
melainkan ruang berbagi cerita untuk memotivasi.
Mengangkat tema “Future
Indonesia, Global Leaders”, Gugun menekankan bahwa kunci membangun peradaban
Indonesia terletak pada Pendidikan. Lulusan Pesantren Al Muhajirin Purwakarta
ini juga membagikan perjalanan akademiknya, termasuk pemutaran video saat
meraih gelar doktoral di Dublin City University (DCU), Irlandia, sebagai upaya
memotivasi generasi muda Indonesia, khususnya siswa madrasah, agar berani
bermimpi dan bersaing ditingkat global.
Lebih rinci, Gugun menjelaskan focus
Pendidikan difokuskan pada penguatan sumber daya manusia (human capital). Menghadapi
perkembangan teknologi menuju people society 5.0 human capital menjadi poin
penting dengan memaksimalkan potensi di segala bidang. Selain Human Capital,
hal kedua Adalah Talent War, Indonesia perlu memaksimalkan talenta -talenta
generasi muda untuk bisa bersaing dengan negara-nagara maju, Pentingnya Pendidikan
dalam memetakan talenta dan mengembangkannya untuk menyiapkan generasi muda
yang siap beraing penting dilakukan oleh Lembaga-lembaga Pendidikan.
Selanjutnya, Gugun menyampaikan untuk menghadapi tantangan global adalah geopolitik
internasional . Penguasaan terhadap geopolitikinternasional menghindarkan kita
menjadi market negara lain. Lebih lanjut, Gugun menegaskan bahwa pembangunan Indonesia
Emas 2045 hanya dapat terwujud melalui penguatan SDM pemuda, kolaborasi, dan
revitalisasi pendidikan yang menekankan multitalenta, kepemimpinan, keimanan,
serta kepedulian lingkungan.
Menutup pembinaan, Gugun
mengingatkan generasi muda untuk memiliki cita-cita. Pentingnya mimpi, dan passion
akan memotivasi generasi muda untuk terus belajar dan berusaha keras meraih
mimpinya. dan prinsip hidup. “Perjalanan
ribuan mil selalu dimulai dari satu langkah, ibda’ binafsik—mulai dari
diri sendiri”, pesan Gugun di akhir pembinaan.