Siapkan Kader Sekolah, MAN Kota Batu dan Puskesmas Sisir Gelar Sosialisasi P3LP

Home | Daftar Berita

Siapkan Kader Sekolah, MAN Kota Batu dan Puskesmas Sisir Gelar Sosialisasi P3LP


Siapkan Kader Sekolah, MAN Kota Batu dan Puskesmas Sisir Gelar Sosialisasi P3LP

10 February 2026 | Kesiswaan

MAN Kota Batu bekerja sama dengan Puskesmas Sisir menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis (P3LP) pada Senin–Selasa, 9–10 Februari 2026, bertempat di Aula MAN Kota Batu. Kegiatan ini diikuti oleh 150 siswa yang terdiri dari kelas X dan XI dan perwakilan guru BK MAN Kota Batu.

Program P3LP merupakan program nasional dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang dilatarbelakangi oleh meningkatnya kasus gangguan kesehatan mental, khususnya pada kelompok remaja. Melalui kegiatan ini, siswa dibekali pengetahuan dan keterampilan dasar untuk memberikan dukungan awal kepada teman sebaya yang mengalami masalah psikologis.

Kepala MAN Kota Batu, Farhadi, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas inisiasi program P3LP oleh Kementerian Kesehatan dan Puskesmas Sisir. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini sangat relevan dengan kondisi sekolah saat ini.

“Selama ini belum pernah ada program yang secara khusus membekali siswa dengan keterampilan pertolongan pertama pada masalah kesehatan mental. Dengan jumlah siswa lebih dari 1.300 orang dan keterbatasan guru BK, keberadaan kader P3LP ini tentu sangat membantu,” ujarnya.

Sementara itu, Sachariano, Kepala Puskesmas Sisir, menyampaikan harapannya agar para peserta P3LP dapat berperan sebagai pendengar awal bagi teman-teman yang menghadapi masalah. “Sebelum dirujuk ke tenaga profesional seperti guru BK, psikolog, atau tenaga kesehatan, para siswa ini diharapkan mampu memberikan dukungan awal yang aman dan empatik,” jelasnya.

Materi pertama disampaikan oleh Andiawan, tenaga kesehatan Puskesmas Sisir sekaligus programmer jiwa. Ia menekankan bahwa kesehatan jiwa sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Menurutnya, gangguan kesehatan jiwa pada remaja dapat dipicu oleh berbagai faktor, seperti konflik dengan orang tua atau teman, menjadi korban atau pelaku perundungan, tekanan akademik, serta pola makan dan istirahat yang tidak sehat.

Narasumber kedua, Nidia Melanita, Psikolog Puskesmas Sisir, memaparkan konsep dan tahapan P3LP secara lebih mendalam. Peserta dikenalkan pada prinsip dasar P3LP yang meliputi persiapan, memperhatikan (look), mendengarkan (listen), dan menghubungkan (link). Ia menekankan pentingnya mendengarkan secara aktif dengan seluruh aspek diri, mulai dari kontak mata, respons verbal yang menenangkan, hingga sikap empatik.

Nidia juga menjelaskan kondisi-kondisi yang memerlukan rujukan ke tenaga profesional, seperti perilaku melukai diri sendiri atau orang lain, mengalami kekerasan, adanya keinginan atau upaya bunuh diri, kecemasan berlebihan, histeria, gelisah yang berkepanjangan, serta penggunaan zat atau obat adiktif secara berlebihan.

Sebagai bagian dari pembelajaran, peserta juga mengikuti sesi praktik melalui role play dengan skenario perundungan di sekolah. Dalam kegiatan ini, siswa berperan sebagai helpee, first aider, dan observer, kemudian mendiskusikan serta mengevaluasi prosesnya bersama fasilitator. Kegiatan ini bertujuan agar siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkan prinsip P3LP secara nyata.

Antusiasme peserta terlihat hingga akhir kegiatan. Meskipun waktu telah habis, beberapa siswa masih diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan tambahan. Hal ini menunjukkan tingginya minat dan kepedulian siswa terhadap isu kesehatan mental. Diharapkan, para peserta yang telah mengikuti sosialisasi ini dapat menjadi kader P3LP yang mampu memberikan dukungan awal bagi teman-temannya di lingkungan MAN Kota Batu.