Spiritual Healing hingga Ramadhan in Action, Pesantren Ramadhan MAN Kota Batu Penuh Makna

Home | Daftar Berita

Spiritual Healing hingga Ramadhan in Action, Pesantren Ramadhan MAN Kota Batu Penuh Makna


Spiritual Healing hingga Ramadhan in Action, Pesantren Ramadhan MAN Kota Batu Penuh Makna

01 March 2026 | Kesiswaan

Kota Batu — Pekan Pesantren Ramadhan MAN Kota Batu berlangsung pada 23–27 Februari 2025 dengan mengusung tema “Ramadhan in Action: Menguatkan Ibadah, Menebar Kepedulian.” Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada penyampaian materi keagamaan, tetapi juga dipadukan dengan pembiasaan ibadah, lomba vlog, kompetisi Ramadhan in Action, serta pembuatan parcel untuk berbagi.

Berbeda dari tahun sebelumnya, Pesantren Ramadhan kali ini diikuti secara serentak oleh seluruh siswa kelas X, XI, dan XII.

Kepala MAN Kota Batu, Farhadi, dalam sambutannya menegaskan pentingnya mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh. Ia mengingatkan siswa untuk menaati tata tertib, menjaga disiplin berbusana ala santri, serta mengamalkan materi yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.

Setiap hari, kegiatan diawali dengan sholat dhuha berjamaah dan pembacaan tahlil atau istighotsah di masjid. Guru MAN Kota Batu, Khusaeni, menjelaskan bahwa pembiasaan ini bertujuan menyiapkan siswa agar mampu menjadi imam tahlil dan istighotsah ketika terjun di tengah masyarakat. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan tadarus Al-Qur’an di kelas masing-masing bersama wali kelas. Khusus siswa kelas XII, setiap hari dilaksanakan setoran 18 surat Juz 30 kepada wali kelas.

Pelaksanaan materi hari pertama dan kedua dibagi di dua lokasi berbeda. Peserta putri bertempat di aula, sedangkan peserta putra di Masjid Ihya’ Ulumuddin. Koordinator acara, Indah Rahmayanti, menyampaikan bahwa materi yang diberikan menekankan esensi ibadah agar siswa memahami makna dan tujuan ibadah secara mendalam.

Materi “Hakikat Puasa dan Tujuan Taqwa” disampaikan oleh Lintang Soraya dan Aslanik, Guru PAI MAN Kota Batu. Dalam pemaparannya, Lintang menegaskan bahwa puasa tidak sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga melatih hati, lisan, dan pikiran.

Sementara itu, materi “Thoharoh dan Sholat sebagai Pondasi Ibadah” disampaikan oleh Nurjanah dan AR. Miftah Al-Farouqy. Miftah mengilustrasikan komunikasi dengan Allah layaknya mengisi daya ponsel. Jika port kotor atau kabel terputus, maka proses pengisian tidak akan berjalan dengan baik—sebagaimana ibadah yang tidak dilandasi kesucian dan pemahaman yang benar.

Khusus kelas XII, Pesantren Ramadhan juga diintegrasikan dengan kegiatan kokurikuler. Menghadirkan trainer Rosidah Erawati dari PPA Kidz, siswa mendapatkan materi bertajuk “Spiritual Healing: Menumbuhkan Kesadaran Spiritual untuk Meraih Masa Depan Gemilang.” Melalui pendekatan reflektif, siswa diajak menggali identitas diri, merumuskan tujuan hidup, serta menentukan kontribusi nyata bagi lingkungan sekitar.

Sebagai bentuk implementasi tema Pesantren Ramadhan, para siswa secara kolaboratif menghasilkan karya vlog dan parcel Ramadhan. Parcel tersebut akan dibagikan kepada fakir, miskin, dan dhuafa dalam kegiatan Safari Ramadhan yang digelar di MAN Kota Batu. Selain itu, siswa juga berkompetisi menampilkan seni Islami pada Ramadhan in Action seperti solo vokal religi, tari religi, qira’atil Qur’an, teatrikal puisi, dan banjari.

Sebagai puncak kegiatan, penampilan terbaik Ramadhan in Action serta karya vlog unggulan dari setiap jenjang ditampilkan di aula MAN Kota Batu dan disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube resmi madrasah. Apresiasi dan penghargaan diberikan oleh Farhadi sebagai penutup rangkaian Pesantren Ramadhan tahun ini.

Melalui kegiatan ini, MAN Kota Batu tidak hanya memperkuat pemahaman keagamaan siswa, tetapi juga menanamkan nilai kepedulian sosial dan keberanian berekspresi dalam bingkai Islami.